Sabtu, 30 Januari 2016

SAFARI MAULID & DAUROH SELAMA 20 MALAM


HADIRILAH BERAMAI-RAMAI SAFARI MAULID & DAUROH SELAMA 20 MALAM,
Dimulai dari 13 Februari sampai dengan 3 Maret 2016 ba'da isya jam 20.30 WIB.

YANG INSYA ALLAH AKAN DIHADIRI OLEH :
- AL HABIB MUHAMMAD RAFIQ BIN LUQMAN ALKAFF
- AL HABIB MUHAMMAD BIN ALWI SYAHAB

MEMBAHAS KITAB ;
1. AS SYIFA (Imam Qadhi 'Iyadh)
2. ANWARUL MUHAMMADIYAH (Syekh Yusuf bin Ismail An Nabhaniy)

LOKASI DAUROH BERPINDAH-PINDAH (jadwal terlampir).

Acara ini terselenggara berkat kerjasama :
- Majelis Ta'lim Maydanul Anwar - Medan
- DPC Rabithah Alawiyah Medan

**Setiap sore jam 17.00 WIB diadakan majelis rauhah membahas kitab Adab Sulukil Murid di Komplek Bena Garden 1 gg.Sepakat No.23 - Marendal.

Silahkan disebarkan pemberitahuan ini kepada yg lain. Mudah2an jadi amal dakwah bagi kita, amiin

CARA MAKAN RASULULLAH SAW


CARA MAKAN RASULULLAH SAW  

"Sesungguhnya Nabi SAW menjilati jari jemarinya (sehabis makan) tiga kali." 
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari Sa'id bin Ibrahim, dari *salah seorang anak Ka'ab bin Malik, yang bersumber dari bapaknya.)

• Nama Ibnul Ka'ab bin Malik (putera Ka'ab bin Malik r.a.) di sini tidak dijelaskan, sedangkan Ka'ab mempunyai anak dua orang, yaitu `Abdullah dan `Abdurrahman. Namun demikian keduanya punya tsiqat (dapat diterima periwayatannya) , dan keduanya merupakan tabi'in besar.  

"Bila Nabi saw. selesai makan, beliau menjilati jari jemarinya yang tiga*."
(Diriwayatkan oleh al Hasan bin `Ali al Khilali, dari `Affan, dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, yang bersumber dari Anas r.a.)

• Yang dimaksud jari yang tiga ,yakni: jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari.

JENIS ROTI YANG DIMAKAN OLEH RASULULLAH SAW

"Keluarga Nabi SAW tidak pernah makan roti sya'ir* sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah SAW wafat."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja'far, dari Syu'bah, dari Ishaq, dari `Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid*, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

• Sya'ir, khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indinesia dengan "gandum" sedangkan sya'ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya'ir kurang baik mutunya, sya'ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.

• Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.  

"Rasulullah SAW tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya."
(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari'Abdullah bin `Amr –Abu Ma'mar-, dari `Abdul Warits, dari Sa'id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)

LAUK PAUK YANG DIMAKAN RASULULLAH SAW

"Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Saus yang paling enak adalah cuka." `Abdullah bin `Abdurrahman berkata :"Saus yang paling enak adalah cuka."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin `Abdurrahman, keduanya menerima dari Yahya bin Hasan, dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)  

"Rasulullah SAW bersabda :"Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi."
(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, daari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu'aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha', yang bersumber dari Abi Usaid r.a.*)

• Abi Usaid adalah `Abdullah bin Tsabit az Zarqi. 
     
"Nabi SAW menggemari buah labu. maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu, atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja'far, dan diriwayatkan pula oleh `Abdurrahman bin Mahdi, keduanya menerima dari Syu'bah, dari Qatadah yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

"Nabi SAW menyenangi kue-kue manis (manisan) dan madu."
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Ibrahim ad Daruqi, juga diriwayatkan oleh Salamah bin Syabib dan diriwayatkan pula oleh Mahmud bin Ghailan, mereka menerimanya dari Abu Usamah, dari Hisyam bin `Urwah yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

"Nabi SAW diberi makan daging, maka diambilkan baginya bagian dzir'an*. Bagian dzir'an kesukaannya. Maka Rasulullah SAW mencicipi sebagian daripadanya. "
(Diriwayatkan oleh Washil bin `Abdul A'la, dari Muhammad bin Fudlail, dari Abi Hayyan at Taimi, dari Abi Zar'ah, yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

• Dzir'an adalah bagian tubuh binatang dari dengkul sampai bagian kaki.  

"Daging yang paling baik adalah punggung."
(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad, dari Mis'ar, dari Syaikhan, dari Fahm,* yang bersumber dari `Abdullah bin Ja'far r.a.)

• Namanya adalah Muhammad bin `Abdullah, disebut pula Muhammad bin `Abdurrahman, juga disebut Abu Hay.

Senin, 25 Januari 2016

TEMPAT BERTELEKAN (BERTUMPU/BERSANDAR) RASULULLAH SAW


TEMPAT BERTELEKAN (BERTUMPU/BERSANDAR) RASULULLAH SAW 

"Aku pernah melihat Rasulullah SAW duduk bertelekan pada sebuah bantal di sebelah kirinya."
(Diriwayatkan oleh `Abbas bin Muhammad ad Dauri al Baghdadi, dari Ishaq bin Manshur, dari Israil, dari simak bin Harb, yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.)  

"Rasulullah SAW bersabda : "Aku tak mau makan sambil bertelekan, aku tak mau makan sambil bertelekan."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari `Ali bin al `Aqmar, yang bersumber dari Abu Juhaifah r.a.)  

"Aku melihat Rasulullah SAW duduk bertelekan pada sebuah bantal."
(Diriwayatkan oleh Yusuf bin `Isa, dari Waki', dari Ismail, dari Simak bin Harb, yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.) 

CARA BERTELEKAN RASULULLAH SAW 

"Aku masuk ke rumah Rasulullah SAW tatkala beliau sedang sakit yang membawa ajalnya. Di kepalanya ada balutan kain kuning. Kepadanya kuucapkan salam, kemudian beliau bersabda : "Wahai Fadlal, apa kabarmu?"
Aku menjawab : "Baik wahai Rasulullah !"
Rasulullah bersabda : "Kuatkan balutan yang ada di kepalaku ini !"
Fadlal meneruskan ceritanya : "Maka kulakukan perintah Rasulullah SAW itu. Kemudian beliau duduk, lalu meletakkan tangannya di atas bahuku, kemudian beliau berdiri lalu masuk ke masjid."
Dan kisah selanjutnya terdapat dalam hadist perihal wafatnya Rasulullah SAW
(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari Muhammad bin al Mubarak, dari *`Atha' bin Muslim al Khaffaf al Halabi,dari Ja'far bin Furqan, dari `Atha' bin Abi Rabbah,yang bersumber dari *al Fadlal bin `Abbas r.a.)

• Al Fadlal bin `Abbas r.a. adalah sahabat yang masyhur, ia adalah anak sulung `Abbas r.a. (paman Rasulullah SAW)
• 'Atha' bin Muslim al Khaffaf al Halabi, di dha'ifkan oleh Abu Daud, dan menurut Abu Hatim tidak boleh dipakai hujjah periwayatannya.

"Sesungguhnya Nabi SAW sedang dalam keadaan sakit. Beliau keluar (dari rumahnya) dengan bertelekan kepada Usamah bin Zaid. Waktu itu beliau memakai kain Qithri (buatan Qatar) yang diselempangkan. Kemudian Beliau shalat bersama mereka (para sahabat)."
(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari `Amr `Ashim, dari Hammad bin Salamah, dari Humaid, yang bersumber dari Anas r.a.)   

Jumat, 22 Januari 2016

SIKAP DUDUK RASULULLAH SAW


SIKAP DUDUK RASULULLAH SAW


"Ia (Qabilah) melihat Rasulullah SAW di masjid sedang duduk *qurfasha." Qabilah berkata : "Manakala aku melihat Rasulullah SAW sedang duduk dengan khusyu', maka aku pun dibawa oleh perasaan takjub karena wibawanya."
(Diriwayatkan oleh 'Abd bin Humaid, dari `Affan bin Muslim, dari `Abdullah bin Hasan, dari kedua orang anaknya, yang bersumber dari Qabilah binti Makhramah)

• Duduk Qurfasha yakni duduk bertumpu pada pinggul, kedua paha merapat ke perut dan jangan memegang betis.

"Sesungguhnya ia melihat Rasulullah SAW berbaring telentang di masjid, dan salah satu kakinya ditumpangkan pada kaki lainnya."
(Diriwayatkan oleh Sa'id bin `Abdurrahman al Makhzumi dan lainnya, mereka menerima dari Sufyan, dari Zuhri, dari `Abbad bin Tamim yang bersumber dari pamannya*)

• Ia adalah `Abdullah bin Zaid bin `Ashim bin Muhammad, ia adalah seorang sahabat dan dikatakan bahwa ia yang membunuh Musailamah al Kadzdzab (Nabi palsu)

"Apabila Rasulullah SAW duduk di *masjid, maka ia duduk secara *ihtiba dengan kedua tangannya."
(Diriwayatkan oleh Salamah bin Syabib, dari `Abdullah bin Ibrahim al Madini, dari Ishaq bin Muhammad al Anshari, dari Rabih bin `Abdurrahman bin Abi Sa'id, dari bapaknya yang bersumber dari kakeknya Abi Sa'id al Khudri r.a.)

• Ada yang mengatakan di dalam majlis
• Ihtaba adalah duduk Qurfasha sambil bersandar

Kamis, 21 Januari 2016

CARA BERJALAN RASULULLAH SAW


CARA BERJALAN RASULULLAH SAW

"Tiada satu pun kulihat lebih indah daripada Rasulullah SAW, seolah-olah mentari beredar di wajahnya. Juga tiada seorang pun yang kulihat lebih cepat jalannya daripada Rasulullah SAW, seolah-olah bumi ini dilipat-lipat untuknya. Sungguh, kami harus bersusah payah melakukan hal itu, sedangkan Rasulullah SAW tidak memperdulikan. "
(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id, dari *Ibnu Luhai'fah, dari Abi Yunus, yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

• Ibnu Luhai'ah adalah `Abdullah al Hadhrami, seorang faqih yang Masyhur dan qadli di Mesir, namun demikian ad Dzahabi mendhaifkannya, tetapi hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Wahab, Ibnu Mubarak dan Abi `Abdurrahman al Muqri lebih baik. Ibnu Luhai'fah meninggal dunia pada tahun 174 H.

"Bila Nabi SAW berjalan, maka ia berjalan dengan merunduk seakan-akan jalanan menurun."
(Diriwayatkan oleh Shufyan bin Waki', dari ayahnya, dari al Masudi, dari `Utsman bin Muslim bin Hurmuz, dari Nafi' bin Jubair bin Muth'im, yang bersumber dari `Ali bin Abi Thalib k.w.)

Jumat, 15 Januari 2016

SERBAN RASULULLAH SAW


SERBAN RASULULLAH SAW

"Nabi saw. memasuki kota Mekkah pada waktu pembebasan kota Mekkah, beliau memakai serban hitam."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Hammad bin Salamah. Hadist inipun diriwayatkan pula oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki', dari Hammad bin Salamah, dari Abi Zubair, yang bersumber dari Jabir r.a.) 

"Sesungguhnya Nabi saw. berpidato da hadapan umat, beliau memakai serban hitam."
(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin `Isa, keduanya menerima dari Waki', dari Musawir al Waraq, dari Ja'far bin `Amr bin Huraits,yang bersumber dari bapaknya).

SARUNG RASULULLAH SAW

"'Aisyah r.a. memperlihatkan kepada kami pakaian yang telah kumal serta sarung yang kasar, seraya berkata :"Rasulullah SAW dicabut ruhnya sewaktu memakai kedua pakaian ini".
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani', dari Ismail, dari Ayub, dari Humaid bin Hilal, dari Abi Burdah yang bersumber dari bapaknya).  

"Utsman bin Affan r.a. memakai sarung yang tingginya mencapai setengah betisnya. Utsman berkata : "Demikianlah cara bersarung sahabatku (yakni Nabi SAW)".
(Diriwayatkan oleh Suwaid bin Nashr, dari `Abdullah bin al Mubarak, dari *Musa bin `Ubaidah, dari Ayas bin Salamah bin al Akwa' yang bersumber dari bapaknya).

• Musa bin `Ubaidah, menurut Imam Ahmad periwayatannya tidak syah.

"Rasulullah SAW memegang otot betis kakiku dan betis kakinya, lalu bersabda: "inilah tempat batas sarung. Jika kau tidak suka di sini, maka boleh juga diturunkan lagi. Jika kau tidak suka juga, maka tidak ada hak lagi bagi sarung menutup kedua mata kaki".

(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id, dari Abul Ahwash, dari Abi Ishaq, dari Muslim bin Nadzir, yang bersumber dari *Hudzaifah Ibnul Yaman r.a.)

• Hudzaifah Ibnul Yaman r.a., ia adalah sahabat Rasulullah saw. Ia masuk Islam sebelum perang Badar. Ia wafat tahun 36 H.

PEDANG RASULULLAH SAW


PEDANG RASULULLAH SAW 
 
"Salut hulu pedang Rasulullah saw. terbuat dari perak."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir, dari ayahnya dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

"Samurah mengaku bahwa ia membuat pedangnya meniru pedang Rasulullah SAW. Sedangkan pedang Rasulullah SAW itu berbentuk Hanafiyya*."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin syuja' al Baghdad, dari Abu `Ubaidah al Haddad, dari `Utsman bin Sa'id, yang bersumber dari Ibnu Sirin r.a.)

- Pedang Hanafiyya adalah pedang yang di buat oleh suku Bani Hanifah. Pedang buatan Bani Hanafiah terkenal bagus dan halus pembuatannya

BAJU BESI RASULULLAH SAW

"Sesungguhnya Rasulullah saw. pada waktu perang Uhud memakai dua baju besi. Sungguh beliau memakai keduanya secara rangkap."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Shufyan bin `Uyainah, dari Yazid bin Khushaifah, yang bersumber dari Saib bin Yazid)

TOPI BESI RASULULLAH SAW 

"Sewaktu Rasulullah SAW memasuki kota Mekkah (di hari Pembebasan), beliau memakai topi besi. Kemudian ditunjukkan orang kepadanya : `ini Ibnu Khathal* bersembunyi di dinding Ka'bah (disebabkan takut). Nabi saw. bersabda : "Bunuhlah dia!"
(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id, dari Malik bin Anas, dari Ibnu Syihab, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

- Sebenarnya terjemahan topi besi tersebut kurang tepat sebab yang dimaksud topi besi di sini adalah rantai besi yang dijalin rapi, dibuat dengan ukuran kepala kemudian dapasang di dalam kopiah.

- Ibnu Khatal ialah seorang dari empat penjahat yang amat memusuhi Islam dan tidak mendapatkan pengampunan umum dari Rasulullah saw. Tiga lainnya ialah Huwairits bin Nuqaid, `Abdullah bin Abi Sarh dan Muqais bin Shababah. Namun, sebelum eksekusi, `Abdullah bin Abi Sarh masuk Islam. Dengan demikian `Abdullah bin Abi Sarh selamat dari hukuman